Minggu, 16 Oktober 2016

Tugas 4 Softskill Metodologi Penelitian



Nama   : Murdani Agustian
Kelas   : 3ic09
NPM   : 27414640

Tugas 4 Softskill

Perbedaan Mesin DOHC dan SOHC

image

DOHC adalah Double Over Head Camshaft, dan SOHC adalah Single Over Head Camshaft. Dari singkatan tadi bisa disimpulkan  perbedaan DOHC dan SOHC adalah pada jumlah camshaft (noken as) yang ada pada head cylinder. Camshaft adalah batang silinder yang berfungsi untuk mengatur timing buka tutup katup (klep) masuk bahan bakar dan katup keluarnya gas buang. Mesin DOHC memiliki dua camshaft sedangkan SOHC hanya satu camshaft.
image
DOHC
Pada mesin DOHC dalam satu piston memiliki dua camshaft di head cylinder. Masing masing camshaft ini menggerakkan langsung 2 katup. Dimana 2 katup mengatur masuknya bahan bakar dan 2 katup lainnya mengatur keluarnya gas buang. Dengan jumlah klep dua kali lebih banyak (2 klep masuk dan 2 klep keluar) power yang dihasilkan otomatis lebih besar, karena penyaluran bahan bakar ke mesin dan penyaluran gas buang ke knalpot lebih besar. Motor yang menggunakan mesin jenis ini antara lain: CB150R, Satria FU150, YZF-R25, Ninja 250FI.
image
image
Kelebihan,
Kelebihan mesin DOHC adalah dengan 4 katup yang langsung digerakkan camshaft membuat asupan bahan bakar melimpah, sehingga power mesin lebih besar dan stabil di putaran mesin (rpm) yang tinggi (torsi bekerja lebih baik pada kecepatan tinggi / top-end power).
Kekurangan,
– Relatif lebih boros bahan bakar.
– Biaya produksi dan perawatan lebih tinggi
– Suku cadang dan proses reparasi lebih banyak.
– Putaran bawah mesin lebih berat karena harus menggerakkan dua camshaft.
image
SOHC
Mesin SOHC hanya memiliki satu camshaft (noken as) yang berada ditengah head cylinder, sehingga mesin hanya memiliki 2 katup saja. Satu katup untuk mengatur bahan bakar masuk dan satu lagi mengatur keluarnya gas buang. Pengaturan buka tutup katup digerakkan oleh rocker arm yang terhubung langsung dengan camshaft. Motor yang menggunakan mesin jenis ini banyak sekali terutama pada motor ber cc kecil seperti matik, dan cub. Pada motor sport antara lain: Verza 150, Byson, V-ixion, Megapro, Gixxer.
Pada perkembangannya mesin SOHC dengan satu Camshaft tidak hanya berisi 2 katup saja, melainkan bisa juga ditempatkan 4 buah katup. Hal ini dilakukan dengan memodifikasi kepala rocker arm menjadi bercabang dua pada katup in dan katup ex. Dengan 4 katup, power yang dihasilkan bisa di tingkatkan, contohnya mesin YZF-R15 dan V-ixion.
image
Kelebihan,
– Mesin lebih ringan karena hanya menggunakan satu Camshaft
– Relatif Lebih Irit
– Biaya produksi dan perawatan murah.
– Torsi bekerja lebih baik pada kecepatan rendah / low-end torque)
Kekurangan,
– Mesin biasanya lebih berisik karena menggunakan dua buah rocker arm.
– Angka RPM (putaran mesin) rendah, sehingga top speed tidak terlalu tinggi.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa baik mesin DOHC maupun SOHC, pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatur buka tutupnya katup. Namun untuk mendapatkan power atau torsi maksimal, baik DOHC maupun SOHC banyak sekali faktor lain yang berpengaruh, misalnya besarnya klep, besarnya sudut klep, diameter silinder dan panjangnya langkah piston (overbore/overstroke) dll.
So, bagi mereka yang menginginkan motor untuk harian yang irit dan mudah perawatannya, SOHC adalah pilihan cerdas. Namun jika menginginkan motor dengan performa tinggi yang lebih powerful, dan DOHC memiliki potensi lebih untuk itu…
Maka tak heran jika motor balap dunia semua menggunakan mesin DOHC…

Tugas 3 Metodologi Penelitian



Nama   : Murdani Agustian
Kelas   : 3ic09
NPM   : 27414640

Tugas 3 Softskill

Perbedaan, Kelebihan dan Kekurangan Sistem Injeksi dan Karburator

Pada setiap kendaraan tentunya tidak luput dari penyuplai bahan bakar, Dimana penyuplai ini bekerja untuk mengolah bahan bakar hingga menjadi campuran yang akan dimasukkan ke dalam ruang bakar, komponen yang satu ini disebut dengan karburator, Namun pada pabrikan-pabrikan yang memproduksi sepeda motor sekarang banyak yang menganut Sistem Injeksi.
Peerbedaan antara sistem karburator dan injeksi adalah hanya pada proses penghisapan bensin ke ruang bakar. Pada Sistem Injeksi sudah menggunakan peranti elektronik seperti injektor, yang tugasnya menyemprotkan bensin ke ruang bakar. Sedangkan pada karburator yang masih mengandalkan hisapan yang diperoleh dari pergerakan piston pada silinder. sistem injeksi bisa menyeimbangkan volume bensin yang disemprotkan ke ruang bakar dengan kebutuhan mesin, sehingga didapat hasil pembakaran yang efisien. Jadi Sistem Injeksi sudah tentu akan lebih irit.
Karburator VS Injeksi 
Karburator VS Injeksi

Namun pada setiap Sistem tetap memiliki Kelebihan dan Kekurangannya masing-masing. Berikut merupakan Kelebihan pada Sistem Injeksi dan Karburator :

Pada Sistem Injeksi :
Sistem Injeksi
Sistem Injeksi
=>Kelebihan
* Dapat mengatur A/F ratio berdasarkan kebutuhan mesin dan kondisi cuaca.
* Dapat mengatur A/F berdasarkan kadar emisi yang diwajibkan sehingga emisi lebih baik.
* Ketika temperature dan tekanan udara berubah maka dia dapat menyesuaikannya.
* Injector menyuplai bahan bakar kemesin berdasarkan kebutuhan mesin sehingga penggunaan bahan bakar dapat lebih effisien sehingga menjadi lebih irit.

=>Kelemahan
* Harga lebih mahal dibandingkan karburator sebab lebih banyak terdapat komponen.
* Jumlah komponen yang lebih banyak dan kompleks
* Perawatan harus menggunakan alat khusus dan teknik tertentu.

Pada Sistem Karburator :
Karburator


Karburator
=>Kelebihan
 * Lebih murah dibandingkan system injection tetapi apabila ditambah alat lain, maka harganya mendekati system injection.
* Jumlah komponen lebih sedikit dan tidak kompleks
* Perawatan lebih gampang dan sederhana
* Gampang saat dilakukan pembersihan atau servis
=>Kelemahan
* Untuk penyetelan A/F ratio dilakukan manual dan hanya bisa sekali.
* Membutuhkan penyetelan yang tepat untuk semua kondisi tetapi tidak dapat mengatasi setiap kondisi yang dapat berbeda-beda
* Perlu adanya alat/komponen tambahan agar kerja karburator dapat menyesuaikan kondisi seperti pompa akselerasi, coasting enricher, dll
* Penggunaan bahan bakar kurang efisien, sehingga cenderung boros.


Tugas 2 Softskill Metodologi Penelitian



Nama   : Murdani Agustian
Kelas   : 3ic09
NPM   : 27414640

Tugas 2 Softskill

Perbandingan Mesin 2 Tak dan 4 Tak

Untuk penggolongan mesin sepeda motor berbahan bakar bensin, ada dua jenis mekanisme mesin, yaitu mesin 2-tak dan mesin 4-tak. Penggolongan kedua jenis mesin tersebut didasarkan pada perbedaan langkah gerak dari satu siklus pembakaran pada mekanisme kerja mesin.
Untuk memahami prinsip kerja, perlu dimengerti istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif, yaitu :


·         TMA (titik mati atas), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).
·         TMB (titik mati bawah), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).




2.1.1. Mesin 2-Tak
Satu hal yang perlu kita pahami pada mekanisme mesin 2-tak adalah mesin jenis ini mempunyai dua buah ruang, yaitu ruang crankcase dan ruang pembakaran. Ruang crankcase berfungsi menampung campuran bahan bakar yang masuk Pada mesin 2-tak, satu siklus pembakaran terjadi dua langkah piston, yaitu langkah upstroke dan downstroke.

Langkah Upstroke
Piston bergerak dari TMB ke TMA.
a.       Pada saat piston bergerak dari TMB ke TMA, terjadi proses penghisapan campuran udara, bahan bakar dan pelumas dalam wujud gas yang kemudian masuk ke dalam crankcase atau bak engkol.
b.      Setelah gas tersebut tertampung dalam bak engkol, poros engkol tetap bergerak menuju TMA, sehingga terjadi proses kompresi yang mendesak gas menuju ke saluran transfer.
c.       Beberapa saat sebelum piston mencapai TMA, katup saluran transfer akan tertutup sehingga gas campuran masih tertampung pada crankcase.
d.      Sementara itu pada ruang pembakaran, gerakan piston menuju TMA akan menyebabkan tekanan gas campuran mencapai maksimal dan terjadi proses pembakaran ketika busi menyala dalam ruang bakar.
e.       Pada proses pembakaran tersebut menghasilkan usaha dan gas buang. Usaha tolakan berfungsi memaksa piston tertekan ke bawah untuk langkah berikutnya.

Langkah Downstroke
Piston bergerak dari TMA ke TMB.
a.       Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB akibat tolakan usaha pembakaran, piston bergerak turun dengan memberikan tekanan ke dalam crankcase.
b.      Tekanan yang diberikan pada crankcase itu menyebabkan gas campuran bahan bakar terdorong menuju saluran transfer.
c.       Setelah posisi piston berada di TMB, katup masukan dan celah crankcase akan tertutup, sementara saluran transfer akan terbuka sehingga aliran gas campuran tersebut berpindah dari crankcase menuju ruang pembakaran.
d.      Selanjutnya gas campuran bahan bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran akan menekan gas sisa pembakaran keluar menuju saluran pembuangan.

 2.1.2. Mesin 4-Tak
Tidak berbeda jauh dengan mesin 2-tak, mesin jenis ini juga memiliki prinsip pembakaran yang sama. Akan tetapi, cara atau mekanisme yang diterapkan dalam mesin 4-tak memiliki spesifikasi langkah dari setiap tahapan dari proses pembakaran. Langkah tersebut diantaranya, langkah hisap, langkah kompresi, langkah pembakaran dan langkah pembuangan. Jadi, selama satu siklus pembakaran, mesin tersebut mengalami 4 langkah gerakan.

Langkah Masukan
Posisi piston berada di TMB, katup masukan terbuka sehingga campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam ruang pembakaran.
Langkah Kompresi
Piston bergerak dari TMB menuju TMA, terjadi proses kompresi campuran bahan bakar yang menyebabkan tekanan pada campuran tersebut akan meningkat.
Langkah Pembakaran
Setelah piston bergerak dan sampai di TMA, tekanan campuran bahan bakar berada pada keadaan maksimal. Busi menyalakan bunga api sehingga terjadi proses pembakaran yang menghasilkan usaha tolakan serta gas sisa pembakaran. Usaha tolakan tersebut yang memaksa piston untuk bergerak ke bawah kembali menuju TMB.
Langkah Pembuangan
Akibat gaya tekan pada piston untuk bergerak ke bawah, maka tekanan dalam ruang pembakaran beranjak turun dan gas sisa hasil pembakaran memenuhi ruang tersebut. Kemudian katup buang terbuka sehingga gas sisa hasil pembakaran tersebut akan keluar dari sistem. Posisi piston kembali pada TMB.

2.2. KARAKTERISTIK MESIN
Perbedaan mesin 2-tak dengan 4-tak sungguh sangat signifikan dilihat dari jenis bahan bakar dan komponen silindernya. Perbedaan tersebut tidak terlepas dari ciri–ciri yang dimiliki oleh masing–masing kedua jenis mesin. Untuk itu, dalam pembahasan perbedaan kedua jenis mesin ini, perlu memahami ciri yang dimiliki oleh keduanya. Berikut adalah ciri - ciri dan indikator yang membedakan mesin 2-tak dengan 4-tak.

2.2.1. Mesin 2-tak
a.       Bahan bakarnya selalu dicampur dengan oli, baik secara langsung ke dalam tangki bensin ataupun dengan cara memisahkannya pada oli samping.
b.      Karena sistim pelumasannya dicampurkan ke dalam bensin, maka gas buang mesin 2-tak bewarna putih.
c.       Silinder tidak memiliki katup, sebagai gantinya adalah saluran transfer untuk mengatur masuknya gas ke dalam ruangan cylinder.
d.      Setiap piston hanya mempumyai 2 buah ring, yaitu ring kompresi I dan ring kompresi II.
e.       Pada siklus pistonnya, terjadi dua macam proses kompresi, yaitu kompresi atas pada ruang pembakaran dan kompresi bawah pada crankcase.
f.       Setiap 2 kali gerakan piston terjadi 1 kali pembakaran gas, sehingga Suara mesin lebih halus.
g.      Pemakaian bahan bakar lebih boros.

2.2.2. Mesin 4-tak
a.       Bahan bakarnya bensin murni, yang hanya dicampur dengan udara sebagai media pembakaran.
b.      Setiap silindernya memiliki dua buah katup yang masing – masing disebut katup masukan dan katup buang.
c.       Pada siklus pergerakan piston, hanya memiliki 1 macam kompresi, yaitu kompresi silinder.
d.      Setiap piston memiliki 3 buah ring, yaitu : ring kompresi I, ring kompresi II, dan ring oli. Ketiga ring ini sangat berguna untuk membantu pelumasan pada piston tersebut.
e.       Setiap 2 kali putaran kruk as (CAM), hanya terdapat 1 kali proses pembakaran mesin.
2.3. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kedua jenis mekanisme mesin ini masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan apabila dibandingkan. Kelebihan dan kekurangan inilah yang menjadi dasar analisis kita sebagai pengguna kendaraan bermotor mengenai spesifikasi yang dibutuhkan dalam penggunaan keseharian. Oleh karena itu, akan dijabarkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis mekanisme mesin, baik 2-tak maupun 4-tak.

2.3.1. Mesin 2-tak
Kelebihan yang dimiliki oleh mekanisme mesin 2-tak antara lain :
a.       Dalam satu kali perputaran CAM terjadi satu kali proses pembakaran sehingga menghasilkan tenaga dan akselerasi yang cepat.
b.      Tidak memerlukan katup, komponen sistem mesin lebih sedikit, perawatan lebih mudah dan relatif murah.
c.       Mempunyai mekanisme yang lebih sederhana.
d.      Karena memiliki komponen yang relatif lebih sedikit dan mekanisme yang mudah, maka juga memiliki rasio daya per satuan berat (power per weight) yang lebih tinggi.
e.       Momen puntir untuk putaran lanjutan pada poros lebih kecil sehingga menghasilkan gerakan yang halus.
Sementara itu, kekurangan yang dimiliki oleh mekanisme mesin 2-tak adalah :
a.       Proses pembakaran berlangsung cepat, sehingga konsumsi bahan bakar akan lebih boros.
b.      Efisiensi antara konsumsi bahan bakar dengan keluaran berupa gerakan masih kurang baik.
c.       Mesin akan lebih cepat panas dan aus.
d.      Terdapat dua buah pelumas pada mekanisme kerja mesin, sehingga konsumsi terhadap pelumas sedikit lebih banyak.
e.       Menghasilkan sisa gas buang yang lebih banyak.


2.3.2. Mesin 4-tak
Untuk penggunaan mesin 4-tak, terdapat beberapa kelebihan yang dimiliki olehnya, yaitu:
a.       Karena proses pemasukan, kompresi, pembakaran, dan buang berdiri sendiri-sendiri sehingga lebih presisi, efisien dan stabil.
b.      Mekanisme gerakan lebih terkontrol.
c.       Tidak mudah panas karena dapat dinetralisir dengan sistim sirkulasi pelumas yang khusus untuk komponen mesin.
d.      Emisi gas buang lebih sedikit dan tidak berwarna.
e.       Konsumsi bahan bakar lebih irit.
Sementara itu, kekurangan yang dimiliki oleh sistim mekanisme mesin 4-tak antara lain:
a.       Komponen dan mekanisme gerak lebih banyak dan kompleks, sehingga perawatan akan lebih sulit.
b.      Getaran yang ditimbulkan pada sistim kerja lebih besar
c.       Tenaga yang dihasilkan sedikit lebih kecil.
d.      Dalam satu kali proses pembakaran, dibutuhkan dua putaran penuh dari CAM, sehingga pembakaran kurang cepat.